Aceh Utara (23/05/2026) Yayasan Dayah Babussalam Baktiya menggelar acara Haflah Takharruj dan pelepasan santri kelas akhir untuk jenjang Tsanawiyah (kelas 3) dan Aliyah (kelas 6) angkatan ke XV dengan penuh khidmat dan haru. Kegiatan ini menjadi momentum penting sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan para santri sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Dalam acara tersebut, sebanyak 51 santri jenjang Aliyah dan 50 santri jenjang Tsanawiyah resmi dilepas. Prosesi berlangsung dengan rangkaian kegiatan, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan pimpinan dayah, hingga prosesi simbolis pelepasan santri.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting, di antaranya Ibu Bupati Aceh Utara yang juga memiliki kedekatan emosional dengan dayah tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau menyampaikan bahwa dua putranya merupakan santri kelas 3 Tsanawiyah yang turut dilepas dan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang Aliyah, sementara satu putra lainnya saat ini sedang menempuh pendidikan di kelas 5 jenjang Aliyah. Kehadiran beliau menambah suasana kebersamaan dan kebanggaan dalam acara tersebut.
Selain itu, turut hadir Muhammad Yunus yang juga memberikan sambutan. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan apresiasi atas peran dayah dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak, serta mendorong para lulusan untuk terus melanjutkan pendidikan dan pengabdian di tengah masyarakat.
Momen paling khidmat terjadi saat pimpinan dayah, Baba Alue Bili, secara simbolis menyerahkan kembali para santri kepada orang tua masing-masing. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa para santri telah dididik dan dibina selama kurang lebih 3 hingga 6 tahun, dan kini saatnya dikembalikan kepada keluarga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Anak-anak ini telah kami didik dengan penuh amanah. Hari ini kami kembalikan kepada orang tua untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, semoga menjadi generasi yang berilmu dan berakhlak,” ungkapnya.
Pimpinan dayah juga menyampaikan rasa bangga dan harapannya kepada seluruh santri yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh selama di dayah hendaknya menjadi bekal utama dalam kehidupan, serta diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Suasana haru terasa saat para santri mengikuti prosesi pelepasan, terlebih ketika momen doa bersama dan perpisahan. Orang tua yang turut hadir juga tampak bangga menyaksikan keberhasilan putra-putri mereka menyelesaikan pendidikan di dayah.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang para santri dalam menuntut ilmu agama. Dengan berakhirnya masa pendidikan ini, diharapkan para alumni Dayah Babussalam Baktiya mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan masyarakat.[]









































































