menggeledah semua barang-barang yang menghuni rumah itu. Serahkan semua obat-obatan terlarang yang anda sembunyikan!” Todung polisi itu dengan berbagai macam perintah bahkan, fahrezi dan hanum masih bingung dengan semua ini
Kedua orang tua fatih saja walau para polisi telah wayangnya telah menyalah
Memberi laporan jika anak semata gunakan obat-obatan terlarang.
pak. tidak mungkin anak saya mengkonsumsi hal-hal semacam itu.” perjelas bu hanum ketakutan ketika para polisi menemu kan sebungkus ganja dengan beberapa obat lainnya di dalam Saku jaket berwarna hitam pekat milik fatih yang laki-laki kenakan waktu berparky Bersama acay.
ini bukti sudah jelas-jelas nyata bu, pak. terpaksa kami harus Membawa pelaku ke kantor untuk diselidiki lebih lanjut lagi!” ujar polisi dengan name tag edi. Sempo dep
Sedangkan kedua polisi lainnya tengah sibuk memborgol fatih dengan ketidakberdayaannya.
“Pak… tolong… anak saya tidak bersalah, tolong dilepaskan.” mohon Bu hanum dengan titik demi titik air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata.
pak anak saya tidak bersalah, dan saya akan buktikan itu.” Tambah pak fahrezi menghalau polisi yang hendak merubah putranya.
silahkan jelaskan di kantor polisi.” Tegas pak edi
yang kemudian Mulai memacu langkah meninggalkan keduanya ditempat itu. Bu hanum terisak, seumur- umur baru kau ini dirings
Menyaksikan anaknya di burgo seperti itu.
walau is tau, jauh di lubuk hatinya… ia sangat mengharapkan Semua ini hanya mimpi.
Bu… ayah… maafin fatih, ya?!” Fatih gak pernah ngelakuin ini semua. tuduhan ini semua fitnah.”” isak fatih di balik Sel yang menjadi penghalang antara ketiganya. hanum menggeleng, namun air mata kembali mengaur deks membasahi pipi putih ŷ dilapisi bedak padat yang mulai tampak keriput, pertanda usia yang mulai beranjak tua.
Nggak nyangka ibu, tih. Kenapa kamu ngelakuin ini? kenapa? ujar hanum frustasi
fatih!
ayah kecewa sama kamu. Selama ini, kami membiarkanmu hidup bebas dengan pilihanmu. tapi apa? kamu malah menghancurkan semuanya, dan asal kamu tau pula! gara- gara kamu, usaha ayah turun drastis. Jangan jadi parasit di keluarga ini fatih.” ucap fahrezi tak segan-segan. Seolah-olah yang paling berharga dalam kehidupannya adalah harta bukan fatih.
fatih tak dapat lagi menahan tangisnya.” “ayah…. ibu… Percaya Sama fatih, fatih nggak pernah ngelakuin ini. wallahi bu, yah.” hanum spontan memukul sel besi itu. `”`ga usah nyumpah kamu! Polisi sudah berhasil nemuin bukti, semua tuduhan sudah diproses ga usah ngelak, kamu…. hikes… kamu gausah nyumpah, ini bulan Ramazan fatih.” ujar hanum panjang lebar dengan dada yang Semakin naik turun karena menahan isakan yang sengaja ditahan agar tidak keluar.
Tangir fatih tertahan di dada. yah… bu… Fatih-
“
“udah lah, bu, kita pulang saja. ayol “final fahrezi tak ingin lagi mendengar penjelasan anaknya. Setelah keduanya berlalu dari tempat itu. fatih menghela nafas kasar, tubuhnya lemas, seakan persendiannya tak lagi berfungsi
Saat itu.
fatih tau, fatih paham setelah kejadian itu. ayah dan ibunya sama Sekali tak pernah mengunjunginya lagi fatih terus memanjatkan doa kepada sang tuhan agar semua masalah ini selesai dan ia segera dikeluarkan dan tempat mengerikan ini.
fatih meupat sajadahnya, namun aktivitasnya tiba-tiba terhenti ketika suara berat polisi menginterupsi. fatih, kamu dibebaskan hari ini.” ujarnya membuat kedua manik mata fatih Refleks melebar.
Ss… saya pak? Tanyanya memastikan.
Pak edi membuka gembok sel yang mengurung tubuh Fatih. fatih dengan langkah beratnya keluar dan sel. laki-laki itu mencubit pelan pinggang kokohnya. “aww” ringisnya kesakitan. ternyata bukan mimpi…
Namun fatih tau, setelah ia keluar dari tempat ini, berbagai masalah akan Kembali menerjang nya.
Semoga kejadian ini tak terulang lagi, dan semoga di bulan Suci ini kamu mendapat vidha dan hidayat dan tul.” ujar Pak edi menasehati. fatih mengangguk pasti. “iya pak”. terima kasih.”
Fatih meneguk sauvanya susah payah, sebuah koper terlempar Kasar kearahnya. pergi dari sini!” Tegan fahrezi membungkam Suara Fahh yang ingin keluar.
Tah… fahh-
keluar kamu dan sini, dan jangan sekalipun kamu menginjak kan kakimu lagi disini, mulai hari ini.
“Suara fahrezi melemah… mulai hari ini…. kamu bukan anak saya”
fatih menggeleng tak percaya, air mata merem ber begitu SET- membanjiri pemupuk matanya. hanum masih setia menangis tersedu-sedu sedari tadi. tak berani angkat suara. meski jauh didalam lubuk hatinya, dia ingin Membantah semuanya.
tatapan tajam fahrezi mengarah ke arah fatih do wajah kacaunya. “PERO!!!” usirnya lagi,
“ayah… fatih mohon jangan kayak gini, kalo auch kemarin fatih dan sel cuma buat nge marin fatih dari rumah ini… Mending, fatih kembali lagi kepenjar.” ujarnya kerusuhan dadanya sesak. fahrezi menguatkan dirinya, mempertahankan egonya agar tetap mengusir putranya. Jujur, melihat fatih menangis seraya memohon-mohon maaf seperti itu membuat hatinya tak karuan, ayah macam apa aku? namun, ego dan logika saling bertentangan. fahrezi tau, keputusannya akan berujung sebuah petaka nantinya, karena kemarahan telah sepenuhnya menguasai akal sehatnya, akhirnya fahrezi memilih menentang semua logika dan hati nya. Saya sudah berbaik hati mengeluarkan kamu dari penjara, fatih. imbalannya, kamu keluar dari rumah says. “jangan lagi menginjak kakimu disini. pertegar fahrezi yang kemudian berbaik meninggalkan fatih disusul oleh hanum dibelakang nya.
Sejak hari itu, fatih resign dar kuliahnya, hidupnya berantakan..









































































